Neoplasia didefinisikan sebagai perkembangan massa jaringan abnormal yang tidak responsif terhadap mekanisme kontrol pertumbuhan normal (Tambayong, 1999). Neoplasia merupakan proses pembentukan tumor. Neoplasma adalah suatu kelompok atau rumpun sel neoplastik. Neoplasma, secara harfiah berarti “pertumbuhan yang baru”, merupakan massa abnormal dari sel-sel yang mengalami proliferasi. Sel-sel neoplasma berasal dari sel-sel yang sebelumnya adalah sel normal yang kemudian mengalami perubahan dengan tumbuh dan berlebihan, tidak terkoordinasi dengan jaringan normal dan dan tumbuh terus meskipun rangsangan yang menimbulkannya telah hilang. Istilah tumor kurang lebih merupakan sinonim dari istilah neoplasma. Neoplasma berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi jinak (benigna) atau ganas (maligna) (Brooker, 1996).
Eksudat merupakan cairan radang ekstravaskuler dengan kadar protein yang tinggi. Eksudat menghasilkan rasa nyeri, panas, dan memungkinkan terjadi pembengkakan (Madara dan Denino, 2008). Eksudat tersusun dari plasma, sel darah dan produk fagosit. Cairan eksudat dipengaruhi oleh beratnya reaksi, penyebab dan lokasi lesi. Terdapat beberapa tipe eksudat menurut Jan Tambayong (2002) yaitu : Serosa: merupakan cairan eksudat yang paling sederhana karena tidak memiliki sel dan kaya akan protein. Fibrinosa: merupakan eksudat yang kaya akan fibrin dan dapat menyebabkan perlekatan. Hemoragis: merupakan eksudat supuratif dengan sel darah merah. Purulen: merupakan eksudat yang mengandung nanah . Supuratif/purulenta : merupakan eksudat dengan nanah dan jaringan yang rusak. Abses: merupakan daerah bernanah dan biasanya terpusat dalam organ. Furunkel: merupakak abses dari kulit. Karbunkel : merupakan abses kulit yang cenderung menyebar. Selulitis : merupakan eksudat supuratif denga...
Komentar
Posting Komentar