Langsung ke konten utama

Sunnah sebagai Sumber Hukum Islam Kedua

Sunnah Sebagai Sumber Hukum Islam kedua
MPK Agama Islam (C)

Sunnah dalam bahasa berarti tradisi, kebiasaan, adat-istiadat. Dalam terminologi Islam, sunnah berarti perbuatan, perkataan, dan keizinan Nabi Muhammad SAW. Pengertian tersebut sama dengan Al-Hadits yang dalam bahasa artinya berita atau kabar, tapi sebagian orang membedakan pengertian Al-Sunnah dengan Al-Hadits. Al-Sunnah diartikan sebagai perbuatan, perkataan, dan keizinan Nabi Muhammad SAW yang asli, sedangkan Al-Hadits adalah catatan tentang perbuatan, perkataan, dan keizinan Nabi yang sampai pada kita sekarang.
Bertahun-tahun setelah wafatnya Nabi, barulah As-Sunnah dikodifikasikan. Tapi jangka waktu yang panjang antara wafatnya Nabi dengan masa penulisan itu telah menyebabkan Al-Hadits tersebut mengalami banyak pencampuran dengan perkataan bukan dari Nabi, bahkan telah dipalsukan. Untuk mengklarifikasi dan memilah-milah Hadits yang asli yang sesungguhnya As-Sunnah, para ahli berupaya mengumpulkan ratusan ribu hadits dengan riwayatnya. Sebagai batu timbangan, para ahli menciptakan suatu ilmu yang dikenal dengan “musthlah hadits”
Hadits di klasifikasian menjadi dua, yaitu Hadits Mutawatir dan Hadits Ahad. Hadits Mutawatir adalah hadits yang disampaikan oleh orang banyak. Hadits Ahad adalah suatu hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat mutawatir dan biasanya tidak disampaikan oleh orang banyak.
Macam-macam As-Sunnah:
1. Ditinjau dari segi bentuknya:
  • ·         Fi’li (perbuatan Nabi)
  • ·         Qauli (perkataan Nabi), dan
  • ·         Taqriri ( keizinan atau persetujuan nabi)

2. Ditinjau dari segi jumlah orang yang menyampaikannya:
  • ·      Mutawatir : Hadits ini diriwayatkan oleh orang banyak
  • ·     Masyhur : diriwayatkan oleh orang banyak kepada orang banyak, tapi tidak lebih dari mutawatir
  • ·   Ahad : diriwayatkan oleh seseorang atau lebih tidak sampai pada tingkat masyhur maupun mutawatir

3. Ditinjau dari kualitasnya:
  • ·    Shahih : hadits yang sehat, diriwayatkan oleh orang-orang yang baik dan kuat hafalannya, materinya baik dan persambungan sanadnya dapat dipertanggungjawabkan
  • ·      Hasan : hadits yang memenuhi persyaratan hadits shahih kecuali dari segi hafalan pembawanya yang kurang baik
  • ·   Dhaif : lemah, baik karena terputus salah satu sanadnya atau karena salah seorang pembawanya kurang baik
  • ·   Maudhu’ : hadits palsu, hadits yang dibuat oleh seseorang dan dikatakannya sebagai sabda atau perbuatan Nabi

4. Ditinjau dari diterima atau tidaknya :
  • ·         Maqbul : Hadits yang dapat diterima
  • ·         Mardud : Hadits yang di tolak

Kedudukan As-Sunnah yaitu sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Quran. Al-Quran menyebutkan perintah untuk menjadikan As-Sunnah sebagai sumber hukum Islam:
  • ·         Setiap mukmin wajib taat kepada Allah dan RasulNyadalam surat Al-Anfal 8:20, surat Muhammad 47:33, Surat An-Nisa 4:59, Surat Ali Imran 3:32, Surat An-Nisa 4:80, dan surat Ali Imran 3:31
  • ·         Orang yang menyalahi Sunnah akan mendapat siksadalam surat Al-Anfal 8:13, dan Surat Al-Mujadilah 58:5
  • ·        Menjadikan Sunnah sebagai sumber hukum adalah tanda orang yang berimandalam surat An-Nisa 4:65





Daftar Pustaka

HD, Kaelany. 2010. Islam Agama Universal . Jakarta: Midada Rahma Press

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STRUKTUR ORGANISASI SEL

STRUKTUR SEL Sel memiliki 3 subdivisi utama      1.  Membran Plasma           Membran Plasma adalah suatu struktur membran yang sangat tipis yang membungkus setiap sel. Membran plasma memisahkan isi sel dari lingkungan sekitar. Membran Plasma menjaga cairan intrasel (CIS) tetap berada di dalam sel dan tidak bercampur dengan cairan ekstrasel (CES) di luar sel. 2.  Nukleus Nukleus berfungsi mengatur sebagian besar aktivitas sel, pusat pengendali sel, dan mengendalikan fungsi metabolisme. Nukleus berisi bahan genetik sel, asam deoksiribonukleat (DNA), yang memiliki dua fungsi penting :                    (1) mengarahkan sintesis protein                    (2) berfungsi sebagai cetak biru genetik selama replikasi sel. 3. Sitoplasma Sitoplasma terdiri dari sitosol dan organel. Sitosol dibentuk suatu massa setengah cair s...

Tipe-Tipe Eksudat Radang

  Eksudat merupakan cairan radang ekstravaskuler dengan kadar protein yang tinggi. Eksudat menghasilkan rasa nyeri, panas, dan memungkinkan terjadi pembengkakan (Madara dan Denino, 2008). Eksudat tersusun dari plasma, sel darah dan produk fagosit. Cairan eksudat dipengaruhi oleh beratnya reaksi, penyebab dan lokasi lesi. Terdapat beberapa tipe eksudat menurut Jan Tambayong (2002) yaitu :  Serosa: merupakan cairan eksudat yang paling sederhana karena tidak memiliki sel dan kaya akan protein. Fibrinosa: merupakan eksudat yang kaya akan fibrin dan dapat menyebabkan perlekatan. Hemoragis: merupakan eksudat supuratif dengan sel darah merah. Purulen: merupakan eksudat yang mengandung nanah . Supuratif/purulenta : merupakan eksudat dengan nanah dan jaringan yang rusak. Abses: merupakan daerah bernanah dan biasanya terpusat dalam organ. Furunkel: merupakak abses dari kulit. Karbunkel : merupakan abses kulit yang cenderung menyebar. Selulitis : merupakan eksudat supuratif denga...

Gen-gen yang berperan dalam karsinogenesis

  Karsinogenesis ialah proses pembentukan  neoplasma atau tumor dimana sel yang oleh suatu penyebab berubah menjadi sel neoplastik yang membentuk kumpulan sel yang mempunyai sifat tumbuh otonom.  Gen-gen dalam sel yang mengalami perubahan atau kerusakan genetik karena suatu penyebab tersebut meliputi :  Proto-Onkogen     Adalah gen selular yang berfungsi untuk mendorong dan meningkatkan pertumbuhan normal dan pembelahan sel melalui protein (polipeptida) faktor pertumbuhan yang beredar dalam serum atau produk lokal yang bekerja dengan cara parakrin. Gen tersebut ditunjukan oleh  tiga nama huruf seperti c-myc atau erb-B1. Pada keadaan fisiologis proses pembelahan sel dapat dibagi ke dalam tahap-tahap sebagai berikut :  Pengikatan faktor pertumbuhan oleh reseptor faktor pertumbuhan yang berada pada membran sel.  Aktifasi reseptor faktor pertumbuhan yang kemudian mengaktifkan protein penghantar rangsangan yang berada pada bagian dalam m...