Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Mekanisme Demam

Demam merupakan  peningkatan suhu tubuh akibat infeksi atau peradangan (Sherwood, 2009). Demam, yang berarti suhu tubuh naik dari batas normal dapat disebabkan oleh kelainan di dalam otak sendiri atau oleh bahan-bahan toksik yang memengaruhi pusat pengaturan suhu. Sebagai respon terhadap masuknya mikroba, sel-sel fagositotik tertentu (makrofag) mengeluarkan sutau bahan kimia yang dikenal sebagai pirogen endogen, selain efek-efeknya dalam melawan infeksi, bekerja pada pusat termoregulasi hipotalamus untuk meningkatkan patokan termostat. Hipotalamus sekarang mempertahankan suhu di tingkat yang baru dan tidak mempertahankannya di suhu normal tubuh. Sebagai contoh, pirogen endogen meningkatkan titik patokan menjadi 102 o F (38,9 o C), lalu hipotalamus mendeteksi suhu normal sebelum demam terlalu dingin sehingga hipotalamus memicu respons dingin untuk meningkatkan suhu menjadi 102 o F. Dan secara spesifik, hipotalamus memicu menggigil agar produksi panas segera meningkat dan mendorong v

Pengaturan Suhu Tubuh

Pengaturan suhu tubuh dikendalikan oleh keseimbangan antara pembentukan panas dan pengeluaran panas. Bila kecepatan pembentukan panas tubuh lebih besar daripada kecepatan pengeluaran panas, panas akan timbul di dalam tubuh dan suhu tubuh akan meningkat. Sebaliknya, bila pengeluaran panas lebih besar, panas tubuh dan suhu tubuh akan menurun (Guyton & Hall, 2014). Pembentukan Panas Pembentukan panas adalah produk utama metabolisme. Yang menentukan kecepatan pembentukan panas disebut kecepatan metabolisme tubuh. Faktor-faktor yang paling penting dalam hal itu : Kecepatan metabolisme basal semua sel tubuh. Kecepatan metabolisme tambahan yang disebabkan oleh aktivitas otot, termasuk kontraksi otot yang disebabkan oleh menggigil. Metabolisme tambahan yang dipengaruhi oleh pengaruh tiroksin terhadap sel. Metabolisme tambahan yang disebabkan oleh pengaruh epinefrin. Metabolisme tambahan yang disebabkan oleh meningkatnya aktivitas kimiawi di dalam sel sendiri, terutama bila s

Article Review Form "Emotional Intelligence"

ARTICLE REVIEW FORM Name                          :   Student Number        :   Faculty & Class         : FIK UI 2014 Class C   Title of the article        : Emotional Intelligence Author(s)                     : Patricia Holt Explain in two or three sentences why you have chosen this article. Because the contents of an interesting article about the experiment Goleman tells about the latest discoveries in brain research that proves emotional stability is more important than IQ in determining an individual's success in life. In this study, children aged four years individually summoned to the room at Stanford University. Thereare, a man gives marshmallows for each child and said they could eat the marshmallow right away, or wait for him to return from duty, and will get two marshmallows. After he left, some of them fussing and waiting for the promised gift double. The rest just watched him go and eat marshmallows in seconds. The results were surprising tha